Buku Is it Bad or Good Habits mengajarkan saya banyak hal. Setiap kita punya 24 jam yang sama dalam sehari. Namun, masing-masing kita memberikan output yang berbeda-beda. Ada yang menjadi biasa-biasa saja, ada yang merasa damai di kondisi saat ini, namun ada juga bagian yang menjadi extraordinary. Bagian mana yang kita pilih dalam menjalani kehidupan? Hasil dari output kita bersumber dari kebiasaan yang kita rutinkan setiap harinya. 

Identitas Buku

  • Judul buku : Is it Bad or Good Habits
  • Nama penulis : Sabrina Ara
  • Tahun diterbitkan : 2024
  • Kategori : Buku Pengembangan Diri
  • Nama penerbit : Syalmahat Publishing
  • Ukuran : 14 x 20 cm
  • Jumlah halaman : vi, 134
  • Nomor ISBN : 978-623-97672-3-5
Review buku salsabila ara is it bad or good habits

Apa Perbedaan Antara Kebiasaan dan Rutinitas?

Seringkali kita terjebak pada aktifitas yang kita tak sadari apakah sebuah rutinitas atau kebiasaan. Lalu apa perbedaan keduanya? Menurut pemahaman saya setelah membaca buku ini, rutinitas adalah kumpulan aktifitas yang biasa kita kerjakan secara bawah sadar setiap harinya.  Sedangkan kebiasaan adalah aktfitas yang sengaja kita pilih dan lakukan karena punya alasan tertentu.

Peer kita sebenarnya adalah apakah aktifitas yang kita lakukan tersebut  termasuk kebiasaan yang baik atau buruk? . Kebiasaan yang baik tentu akan bermanfaat bagi kehidupan kita. Namun sebaliknya, kebiasaan buruk  akan tidak berguna apa-apa bagi diri kita.

Proses Terbentuknya Kebiasaan

Di dalam buku ”Is it bad or good habits?” kita kan dipandu dalam mengenali terbentuknya kebiasaan dalam diri. Yang bermula dari sebuah sinyal yang merangsang otak melakukan rutinitas.  Kebiasaan buruk yang tanpa kita sadari sering kita lakukan misalnya adalah sering menunda-nunda pekerjaan, cari aman, merasa paling benar, berfikir negatif pada keadaan atau orang lain dan masih banyak lainnya. Apakah ada salah satu diantaranya yang jadi kebiasaan teman-teman?

Sementara kebiasaan baik seperti hidup sehat, bangun pagi, disiplin sering kita abaikan. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mengadopsi kebiasaan baik ini?

Manfaat Rutin Melakukan Kebiasaan Baik

Manfaat yang bisa dirasakan setelah rutin melakukan kebiasaan baik diantara adalah hidupnya lebih terarah karena punya tujuan yang ingin dicapai. Mulai sejak bangun pagi, kita dapat tahu aktifitas apa saja yang kita lakukan setiap harinya. Jika tidak memiliki kebiasaan baik, perilaku seperti scrolling handphone berjam-jam atau maraton nonton drama korea dirasa biasa saja karena memang tidak langsung berpengaruh negatif bagi hidup kita. 

Merutinkan kebiasaan baik juga berpengaruh pada mood dan pikiran. Mood lebih baik, dan pikiran bisa lebih fokus dalam menjalani hari. Apakah teman-teman juga pernah merasakan manfaat baik dari merutinkan kebiasaan baik ini? Temukan lebih banyak lagi ulasan manfaat dari kebiasaan baik di buku Salsabila Ara ini ya. 

Cara Memulai Kebiasaan Baik

Cara yang bisa ditempuh untuk memulai kebiasaan baik adalah dengan mengenali diri sendiri dengan lebih utuh dari sebelumnya.  Kenalilah kebiasaan baik dan buruk yang biasa kita lakukan, lalu berilah catatan penting bagian mana yang perlu ditingkatkan atau bahkan perlu dihilangkan. Minta bantuan kepada orang tua, saudara atau teman juga bisa dilakukan agar kita sadar akan kebiasaan baik atau buruk yang kita punya. Karena banyak dari kita yang tak sadar punya kebiasaan buruk.

“Jika kenyamanan adalah sebuah jebakan terbesar ,maka keluar dari zona nyaman merupakan tantangan terbesar kita”- Manoj Arora.

Lalu, bagaimana cara kita keluar dari zona nyaman?

Yang pertama adalah, tetapkan tujuan yang menjadi prioritas kita dalam hidup. Tujuan ini akan membantu kita untuk stay on the right track. Di dalam buku ini, kita akan dibantu untuk membuat daftar minat dan keinginan yang ingin kita capai dalam hidup.  Tujuan hidup bisa ditelusuri salah satunya  dengan mengenali ketertarikan /minat kita, keinginan, dan fokus pada hal tersebut.

Coba buatlah daftar dari minat dan keinginan kita dan fokuslah mencapai tujuan tersebut.

Cara Menghadapi Distraksi

Distraksi dalam hidup tentu tidak bisa terhindari. Kita hidup tidak hanya dengan satu jenis masalah kehidupan. Banyak konflik yang mengusik dan menganggu kita dalam mencapai tujuan. Tips terbaik untuk bisa melewati distraksi adalah terus berlatih agar tidak mudah terganggu. Semua hal yang mengganggu konsentrasi jauhkan dari sekeliling kita dan cobalah mengeliminir hal-hal yang mengganggu tersebut.

Hal penting lainnya setelah menetapkan tujuan adalah menguatkan komitmen. Komitmen ini adalah kekuatan jiwa yang membantu kita untuk bisa terus fokus pada tujuan yang telah ditetapkan.

Lakukanlah perencanaan langkah-langkah kecil tentang hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Pengendalian diri terhadap kontrol waktu kita selama 24 jam perlu kita pelajari. Bagaimana kita mengisi waktu selama 24 jam perlu kita telaah apakah sudah demikian baik atau tidak.

Hal distraksi lainnya adalah omongan negatif. Omongan negatif ini bisa berasal dari orang lain, keluarga atau siapapun. Dan hal ini  tak bisa dihindarkan. Kita yang harus punya kendali diri atas setiap perkataan yang keluar mulut yang tak bertanggungjawab. Anggapan remeh terhadap impian terkadang juga menghampiri. Kendalikanlah emosi agar kita tidak menghabiskan waktu merenungi kalimat yang tidak bersumber dari hati tersebut.

Pilihlah orang-orang disekitar kita. Lingkungan yang buruk akan berakibat buruk bagi diri kita. Mengutarakan keinginan kita untuk berubah kepada keluarga adalah salah satu cara agar kita dikelilingi orang-orang positif. Tetaplah pertahankan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita pilih untuk terus menjadi bagian dari keseharian.

 

Sabar Terhadap Proses Perubahan

Oiya, tambahan satu hal untuk siapapun yang sedang memperbaiki diri. Janganlah terlalu muluk-muluk untuk langsung melihat sebuah hasil. Setiap perubahan baik membutuhkan waktu untuk berkembang.

“Perubahan menjadi sulit berhasil bila kita tidak mengubah hasil, mengubah proses, dan mengubah identitas kita” – James Clear

Saat mengubah suatu kebiasaan adakalanya kita ‘diserang’ kondisi stress. Ini adalah akibat terlalu lama berada di zona nyaman. Cobalah temukan cara terbaik bagi diri kita saat mengalami stress, apakah dengan olahraga, silaturahmi, atau makan makanan enak. Setelah kembali bersemangat, baru lanjutkan kembali fokus ke tujuan. Ada beberapa tips yang dipaparkan dalam buku 134 halaman ini. Pilihlah yang menurut teman-teman paling cocok. 

Jangan lupa untuk terus bersyukur setiap harinya karena telah menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin.

Selamat Mencoba!.

Kesan Setelah Membaca

Kesan yang saya rasakan saat membaca buku ini adalah buku yang wajib dimiliki bagi siapapun untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  Bahasa yang dipakai dalam penyampaian cocok untuk pembaca berusia 17 tahun keatas. Pemahaman yang baik perlu dimiliki untuk  menjadi bekal bisa lebih ‘nyambung’ mengikuti alur yang disampaikan buku. Beberapa ide yang disampaikan merupakan intisari penting dari buku ratusan halaman. Ilmu yang padat sangat dirasakan oleh saya saat melahap habis buku ini. Setelah membaca buku ini, saya menjadi lebih tertarik untuk membaca buku lainnya yang direferensikan secara tak langsung oleh penulis. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index