Nasehat Untukmu Wahai Muslimah

Hidup adalah hadiah dari Allah, Sang Maha Pencipta.  Manusia dihidupkan Allah hadir di muka bumi dengan maksud tertentu. Tujuan penciptaan manusia sesuai dengan Surah Adzdzariyat ayat 56 adalah untuk beribadah, menyembah Allah SWT yang Maha Besar.

Setiap manusia, punya tugas masing-masing. Dan tugas kita adalah mencari tugas kita di bumi dengan memohon bimbingan dari Sang Pencipta.  Allah-lah yang lebih tau tentang diri kita sejak belum diciptakan hingga kelak sampai di akhirat.

Dalam periode di dunia, kita diberikan Al-Qurán dan Hadits sebagai pegangan, tuntunan kita dalam berkehidupan. Dua petunjuk ini menjadi panduan kita seumur hidup. Namun terkadang, kita lupa, tergelincir atau tersesat dalam menjalani kehidupan.

Setumpuk tugas dan kewajiban peran yang berada di pundak kita, muslimah, harus terus kita lakukan dengan sebaik-baik ikhtiar yang kita miliki. Dari chanel Youtube Ustadzah Halimah, saya menemukan dua nasehat penting ini yang akan menjadi sumber kekuatan, sumber ilmu, dan sumber inspirasi untuk kita menjalankan kehidupan sesuai dengan yang Allah mau. Insya Allah.

Nasehat Pertama

Senantiasa mengingatkan diri bahwa kita adalah hambanya Allah. Allah adalah Sang Maha Segalanya. Seluruh kehidupan kita setiap detik berada di dalam genggaman-NYA.  Bahagia sengsara, sehat sakit, kaya miskin,  seluruh takdir yang kita terima wahai muslimah hanya ditentukan oleh yang satu, Allah.

Sering kita menyandarkan kehidupan pada pendidikan yang kita punya, orang tua yang kita miliki, koneksi yang ada, atau barang benda tertentu yang kita anggap bisa menjadi penyelamat dalam kehidupan kita.

Namun, setelah diambil, setelah hilang , setelah pergi. baru.. lalu kita tersadar, bahwa tidak ada yang abadi. Tidak ada yang selamanya akan berada di sisi kita. Tidak akan selamanya pasangan berada membersamai kita. Tidak akan selamanya orang tua mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan, jika sering melakukan kesalahan. Semuanya ada umurnya. Semuanya akan sirna pada waktunya. Semua memiliki masa, yang tentu tak satu dari kita menhetahui kapan masa itu tiba.

Jadi, saudariku,
Jangan mengharap kecuali kepada Allah,
Jangan bersandar kecuali kepada Allah,
Jangan takut kecuali kepada Allah,
Jangan andalkan pendidikanmu,
Jangan andalkan kecantikanmu,
Jangan andalkan suamimu,
Jangan andalkan kaya-mu,
Jangan andalkan hal apapun kecuali hanya kepada Allah saja. Allah saja. Saat Allah cemburu, Allah bisa kapan saja mengambil semua tempat tumpuan harapanmu tersebut. Maka bersiaplah dengan menyadarkan diri, bahwa Allah saja di hati.

Hidup ini tergantung nasib, nasib yang ditentukan oleh Allah. Jadi, kalo pengen nasib yang baik, jangan pernah tinggalkan Allah
Halimah Alaydrus
Ustadzah

Nasehat Kedua

Duhai Saudariku, ingatlah juga bahwa kita adalah umatnya Rasulullah. Kita, muslimah, telah dicintai Rasulullah sejak kita belum dilahirkan oleh ibunda kita. Dengan Ummati.. Ummati.. Ummati.. yang Rasulullah ucapkan di saat penghujung nafas, hati meleleh membayangkannya. Bagaimana seorang Nabi besar kita, Muhammad SAW telah mencintai kita sejak dulu.

Cintailah Rasulullah yang telah mencintai kita sejak dulu.
Mari perbanyak shalawat setiap harinya.
Setiap sholawat yang kita senandungkan akan sampai di hadapan Rasulullah.
Setiap sholawat yang diucapkan akan menghapus dosa dan menaikkan derajat kita.

“Siapa saja yang membaca sholawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan,”
HR An Nasa’i

Semakin sering kita bersholawat maka akan menebalkan tali penghubung kita dengan Rasulullah. Dengan wasilah sholawat kepada Rasulullah akan memperbaiki seluruh masalah yang ada sedang dihadapan kita.

Bismillaah, semoga selalu dikuatkan dalam ikhtiar kita hidup dalam ketaatan dan kebaikan sesuai dengan yang Allah sukai.  Aamiin.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Table of Contents

Index